JAKARTA - Badan Standardisasi Nasional (BSN) mencatat hanya 20%
produk Indonesia yang mencantumkan label halal. Sedangkan sisanya 80%
belum mencantumkan label halal.
Jumlah ini
kalah jauh bila dibandingkan dengan Malaysia yang sudah lebih dari 90%
produknya dilabeli halal atau hanya 10% yang tak berlabel halal.
"Produk
yang sudah disertifikasi halal di Indonesia baru mencapai 20%, Malaysia
sudah di atas 90%," ungkap Kepala BSN Bambang Prasetya dilansir
detikfinance, Kamis (6/3/2014).
Menanggapi
masih rendahnya produk Indonesia yang belum berlabel halal, Deputi
Bidang Penerapan Standar dan Akreditasi BSN sekaligus Sekjen Komite
Akreditasi Nasional (KAN) Suprapto mengatakan faktor kesadaran
masyarakat Indonesia masih rendah.
Padahal label halal penting dilakukan agar memberikan rasa aman saat konsumen mengkonsumsi produk tersebut.
"Mengapa
produk yang sudah disertifikasi halal masih rendah, yaitu karena
tingkat rasa sadar masyarakat itu sendiri. Yang kita banyak cari adalah
produk ada diskon atau tidak, selanjutnya...






0 komentar:
Posting Komentar