PEKANBARU-Untuk menghadapi musim kemarau ekstrem pada Mei mendatang, dan bencana kebakaran hutan lahan, Riau akan menerapkan Water Management. Ini digagas oleh BNPB, dan Riau menjadi provinsi pertama dalam penerapannya.
Ini terungkap dalam pertemuan pemerintah Provinsi Riau dan BNPB, dengan 1.025 kepala desa di Riau, Jumat (7/3/2014), di hotel Jatra Pekanbaru. Pertemuan ini bertujuan untuk mempercepat langkah antisipasi bencana kabut asap, sekaligus sosialisasi gagasan Water Management BNPB.
Danrem 031/WB, Agus Irianto selaku kepala satgas penanggulangan bencana kabut asap Riau menjelaskan, Water Management yang dilakukan berupa pembangunan embung sebagai sumber air untuk pemadaman api, baik di udara maupun di darat. Pembuatan sumber air ini dilakukan di lahan yang memiliki potensi kebakaran.
"Kita sudah ambil langkah awal yang baik dalam menghadapi kondisi terparah, yang diprediksi terjadi pada Mei nanti. Sekarang kita akan sosialisasikan kepada segenap instansi pemerintah daerah, agar diterapkan dan dilaksanakan,'' paparnya.
"Sejauh ini lahan yang berpotensi kebakaran berada di lahan milik swasta, maka kita akan lakukan kerjasama dengan pemerintah provinsi, agar perusahaan itu membangun wadah penampungan air, " tambahnya lagi.
selanjutnya...






0 komentar:
Posting Komentar