HalloRiau

HalloRiau
Pekanbaru Pagi

HalloRiau

HalloRiau
Pekanbaru Pagi

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

ini untuk judul

penjelasan

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 01 April 2014

Pemko Kejar PAD 2014 dari Retribusi Parkir

PEKANBARU - Pemko Pekanbaru tahun ini menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp500 miliar. Sayangnya, beberapa sektor pendapatan andalan selama ini malah meredup. 

Salah satu sektor pendapatan yang meredup itu adalah retribusi hasil penangkaran burung walet. Dua tahun terakhir, produksi sarang burung walet nyaris tidak ada. 

"Sudah dua tahun terakhir, produksi sarang burung walet tidak ada. Kita tak tahu ke mana terbangnya burung walet yang dulu banyak. Ini juga terjadi di semua kota di Riau. Makanya, kita tidak berharap lagi dari walet," kata Walikota Pekanbaru, Firdaus MT di Pekanbaru, Selasa (1/4/2014).

Sebagai gantinya, lanjut Firdaus, Pemko Pekanbaru akan memaksimalkan pendapatan dari retribusi parkir. Caranya, melelang pengelolaan parkir. Diharapkan cara ini menghilangkan kecemburuan sosial akibat pengelolaan parkir selama ini hanya dipegang oknum tertentu saja.

Kasus DBD Meningkat, Warga Diminta Lapor


PEKANBARU - Tingginya intensitas hujan beberapa minggu terakhir membawa dampak lain bagi warga Pekanbaru. Salah satunya, peningkatan jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD). Hingga Selasa (1/4/2014), penderita penyakit akibat gigitan nyamuk ini mencapai 34 kasus.

Data dari Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru, menyebutkan penderita terbanyak terdapat di Kecamatan Tampan dengan delapan kasus. Disusul, Rumbai dan Marpoyan Damai yang masing-masing empat kasus.

Selanjutnya, tiga kasus terdapat di Bukit Raya, Tenayan Raya, dan Payung Sekaki. Kemudian, Senapelan, Rumbai Pesisir, dan Sail masing-masing dua kasus. Terakhir, Sukajadi, Limapuluh dan Pekanbaru Kota masing-masing satu kasus.

Pengelola Program Penyakit DBD Diskes Pekanbaru, Hamdan, meminta warga cepat melapor ke Diskes bila kasus DBD terjadi di daerahnya. Laporan itu akan ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan epidemiologi untuk menentukan tindakan pencegahan penularannya.  

Jumat, 1000 Personel Satgas Ditarik dari Riau

PEKANBARU-Sebanyak 1000 personel TNI yang tergabung dalam satuan tugas (Satgas) penanggulangan bencana asap Riau akan ditarik mundur pada Jumat (4/4/2014). Ini karena Hotspot dan asap akibat kebakaran lahan dan hutan di Riau dirasakan sudah dapat diatasi oleh Satgas Operasi Terpadu.
Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB pada Selasa siang (1/4/2014), menyebutkan, sekitar 1.000 personil Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana dari TNI akan ditarik kembali pada Jumat nanti. Saat ini, pasukan TNI tersebut masih menyebar diberbagai daerah guna melakukan Operasi Militer Selain Perang, dengan pemadaman api dan asap, patroli dan sosialisasi.

Melanjutkan, Sutopo menyatakan bahwa sesuai intruksi dan perintah Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, operasi terpadu mengatasi api dan asap di Riau dilaksanakan selama 3 minggu sejak 14 Maret 2014, maka operasi dirasakan telah berhasil dilakukan dengan baik. 

"Semua personel dan unsur yang terlibat sudah maksimal dan habis-habisan. Kepala BNPB, Syamsul Maarif, selaku Dansatgas Operasi Terpadu terus memimpin di lapangan, baik satgas darat, udara, dan penegakan hukum serta pelayanan kesehatan telah bekerja efektif," terangnya.

Acara Remaja Masjid dan Pemko Malah Dihadiri Lansia

PEKANBARU-Acara Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru entah sebenarnya ditujukan pada siapa. Pasalnya Acara temu ramah Remaja Masjid se-Kota Pekanbaru bersama walikota malah dihadiri oleh orang tua dan para lanjut usia.

Dari pantauan halloriau.com di ruang acara, Selasa (1/4/2014), Walikota Pekanbaru, Firdaus.MT sibuk memberikan pengarahan serta penerangan kepada remaja untuk selalu giat mengikuti acara kegiatan dimasjid, padahal saat itu kebanyakan yang hadir adalah para orang tua.

Usai memberikan pengarahan, beberapa peserta mempertanyakan kepada Wako, mengenai acara yang ditaja Pemko Pekanbaru tersebut. Mereka (peserta acara, red) menyampaikan, bahwa acara ini sebetulnya tidak tepat sasaran. Karena, undangan yang hadir sudah lanjut usia, dan tidak perlu lagi diarahkan agar sadar mengikuti kegiatan mesjid sehari-harinya.

Angsur-angsur, Gubri Mulai Susun Kabinet Baru

PEKANBARU-Gubernur Riau, H Annas Maamun kembali melakukan mutasi pejabat di lingkunga kerja Pemprov Riau. Kali ini dua pejabat Eselon II dan dua pejabat eselon III dimutasi. 

Masing-masing H Kasiaruddin yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH), dipercaya menjadi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Hukum. 

Sementara Abdul Latif yang mengisi posisi Asisten I dipindahkan menjadi Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau. Sedangkan Kadishut sebelumnya, Zulkifli Yusuf pensiun.

Edi Sumitro yang sebelumnya menjabat Kabid Perlindungan Hutan Dishut Riau, dipindah menjadi Kabig Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau. Zailani dipercaya menjadi Kabid Perlindungan Hutan.

Pileg 2014, DPK Riau 64.336 Jiwa

PEKANBARU-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau menetapkan Daftar Pemilih Khusus (DPK) sebanyak 64.336 jiwa untuk Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April 2014 di 12 kabupaten/kota. Sedangkan warga yang memiliki hak pilih namun tak terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT) maupun DPK, bisa datang langsung ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) atau paspor.

Penetapan itu dilakukan melalui rapat pleno terbuka yang dipimpin Ketua KPU Riau, Nurhamin dan diikuti KPU kabupaten/kota, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta perwakilan partai politik (parpol) peserta Pileg, Selasa (1/4/2014).

DPK adalah rekomendasi Bawaslu dalam penetapan DPT nasional. Ini karena banyak data pemilih yang tidak masuk ke Sistim Informasi Data Pemilih (Sidalih) karena ditemukan ganda dan Nomor Induk kependudukan (NIK) Invalid. Sebelumnya, DPT Riau ditetapkan sebanyak 4.075.721 pemilih.

"Data DPK ini adalah para pemilik suara yang tidak terdaftar di DPT. Jadi tidak ganda. DPK ini didaftarkan oleh warga, partai politik maupun Panwaslu di daerah mereka masing-masing. Mudah-mudahan DPK ini betul-betul valid," kata Nurhamin usai rapat pleno di Kantor KPU Riau, Jalan Gajah Mada, Pekanbaru.

DPK, lanjut, Nurhamin tak berimbas pada logistik surat suara karena jumlahnya tak mencapai dua persen dari DPT. Dengan bertambahnya jumlah pemilih ini, surat suara masih mencukupi karena ada cadangan dua persen dari DPT.selanjutnya.,..,.,,..,,.,,

Lahan Bermasalah Cagar Biosfer Dipetakan

PEKANBARU-Setelah terjadi kebakaran lahan di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (CB GSK-BB), terungkap bahwa banyak pejabat penting yang diduga menguasai lahan di kawasan yang dilindungi tersebut.

"Sejak turun ke dalam kawasan CB GSK-BB pada Oktober 2013, kini tim gabungan Polres Bengkalis, Brimob, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau dan TNI melakukan pemetaan lahan bermasalah di kawasan inti Cagar Biosfer," kata Kapolres Bengkalis, AKBP Andry Wibowo, kemarin.

Kapolres mengungkapkan nama-nama pemilik lahan di kawasan Cagar Biosfer yang bermasalah telah dikantongi. Namun, nama-nama tersebut masih dirahasiakan. "Sedang kita buru. Bagaimana pun, dalang di balik hancurnya kawasan Cagar Biosfer akan ditangkap," jelas Andry.

Sebelumnya, Komandan Satgas Brigjen TNI Prihadi Agus Irianto, mengungkapkan sejumlah oknum perwira polisi terlibat dalam aksi perambahan Cagar Biosfer dengan menguasai ratusan hektar lahan untuk kebun kelapa sawit. Hal itu, menurutnya, terbongkar setelah oknum TNI Serma Su yang diduga menjadi cukong atau pemodal dalam aksi perambahan di Cagar Biosfer tertangkap.
"Semuanya terbongkar, kami mendapatkan sejumlah nama, mulai dari bekas Kapolres sampai pengusaha," katanya.